oleh

Duhh.. Diduga Kampanyekan Petahana, Pj Kades Mada Jaya Akan Dipanggil Bawaslu

Pj Kepala Desa Mada Jaya, Irwan Rosa. Foto Ist.


JURNALLAMPUNG.COM – Diduga tidak netral dan terlibat politik praktis, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran, akan segera memanggil Pj Kades Mada Jaya Irwan Rosa.

Sang Kepala Desa dipanggil Bawaslu atas dugaan dirinya mengkampanyekan Pasalonkada nomor urut 2 Dendi Ramadhona – Marzuki.

“Secepatnya akan kita panggil kades Mada Jaya tersebut untuk kita mintakan keterangannya, atas indikasi ketidak netralannya pada pilkada ini,” ucap Ketua Bawaslu Pesawaran, Ryan Arnando, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, (13/10).

Menurut Ryan, pemanggilan tersebut dilakukan berdasarkan adanya laporan dari masayarakat ke Bawaslu, bahwa Pj Kades Irwan Rosa di indikasi berusaha mengajak waraga untuk memenangkan Paslonkada Dendi – Marzuki disejumlah acara di Desa setempat.

“Kita sudah terima laporan dari masyarakat, berikut bukti pendukung¬† berupa foto dan vidio bersangkutan pada satu acara di desa, memperlihatkan kades bersama sejumlah warga sedang memperlihatkan simbol tangannya, yang mengarah kepada nsalah satu calonkada nomor urut 2,” terangnya.

Seharusnya Irwan Rosa yang merupakan ASN bersikap netral bukannya terlibat politik praktis. “Kami masih melakukan penelusuran dan pendalaman atas laporan masayarakat dan secepatnya yang bersangkutan akan kita panggil,” Ungkapnya.

Lanjut Ryan, jika yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran apa lagi dia merupakan ASN akan diteruskan ke lembaga Komisi Aparatur Sipil Negara dan pihak Inspektorat untuk penerapan sanksi nya.

Menanggapi hal itu, Kepala Inspektorat Pesawaran Chabrasman mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Bawaslu terkait dugaan tidak netralnya ASN dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2020.

“Kita akan berkoordinasi dengan Bawaslu, pasalnya itu merupakan ranah mereka untuk memberikan pembuktian atas dugaan itu. Kita juga nantinya setelah mendapatkan Rekomendasi, bisa memutuskan Sanksi seperti apa yang akan diberikan kepada terduga (Irwan Rosa) terkait Kenetralannya sebagai ASN,” tutup Chabrasman. (fa/rls).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed