oleh

Meski Penanganan Terlambat, Warga Cipadang Mengaku Terbantu

JURNALLAMPUNG.COM – Setelah satu tahun terjangkit penyakit gatal – gatal, akhirnya asa warga Dusun Sumbersari, Desa Cipadang di dengar oleh Pemerintah Daerah Pesawaran.

Meski penanganannya terlambat, namun warga setempat mengaku terbantu dengan adanya pengobatan yang dilakukan oleh tim medis Puskesmas Gedongtataan.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Pemerintah yang sudah peduli dengan keluhan kami, dengan adanya pengobatan gratis ini kami merasa terbantu, apa lagi kondisi ekonomi saat ini sedang sulit,” Ungkap Kirsan warga setempat. Kamis (22/10).

Namun, Kirsan berharap kepada Pemerintah Daerah penanganannya jangan hanya satu kali saja namun dapat berkelanjutan hingga tuntas.

Eva salah satu tim medis menjelaskan, bahwa penyakit gatal – gatal yang menyerang warga bernama Scabies. Untuk itu ia meminta kepada warga untuk dapat menerapkan pola hidup sehat sehingga dapat teratasi hingga tuntas.

“Kedatangan kami kesini untuk memberikan penyuluhan dan pengobatan kepada warga yang terjangkit scabies, kami menekankan kepada warga untuk menerapkan pola hidup yang baik terutama menjaga kebersihan, karena penyakit scabies ini seperti kutu yang ada di area kulit,” Ujarnya.

Lanjutnya, setelah empat belas hari pihaknya akan kembali lagi ke lokasi  untuk survey dan mengevaluasi terhadap warga yang terjangkit penyakit scabies.

Diketahui obat yang diberikan oleh tim medis berupa tablet dan salep, sementara untuk anak – anak diberikan sirup, vitamin dan salep. Jika setelah empat belas hari tidak ada perkembangan, akan dikonsultasi kembali dengan Dokter agar diberikan obat yang berbeda.

Sementara Kepala Desa Cipadang Sugiarto, saat ditemui dilokasi berharap agar penanganan dan pengobatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan hingga tuntas.

“Saya ucapkan terimakasih kepada rekan media, dengan adanya pemberitaan tersebut pihak Dinas Kesehatan dapat dengan cepat langsung bertindak menangani penyakit gatal – gatal ini, namun saya berharap penanganan ini jangan hanya satu kali saja namun bisa sampai tuntas. Dan jika memang penyebabnya adalah sumber air, kami bersama masyarakat akan melakukan gotong royong membersihkan,” Ungkapnya. (Wf/Red).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed