oleh

Tolak Pembangunan Pagar Batas, Ratusan Pedagang Shoping Gelar Aksi Demo

JURNALLAMPUNG.COM – Ratusan pedagang pasar shopping dan pedagang kaki lima Kota Metro, menggelar aksi Demo menolak pembangunan pagar pembatas antara Pasar Shopping dan PT Nolimex Jaya. di gedung DPRD setempat. Senin (14/9).

Kedatangan pedagang ini, meminta Pemerintah Kota Metro untuk memperhatikan para pedagang yang terdampak atas pembangunan pagar itu.

“Akibat pembangunan pagar itu, kami pedagang mengalami kesulitan jika pembangunan masih dilanjutkan,” Ungkap Ketua paguyuban pedagang shoping, Sultan Fahli Harman.

Mereka berharap kepada Pemerintah setempat, dapat mendengar apa keluhan para pedagang, terlebih lagi informasi terkait tentang PT Nolimex ini yang dilarang untuk melakukan pembangunan di Kota Metro.

“Kita minta pemerintah Kota Metro untuk memberikan informasi yang sebenar-benarnya. Sejak 2016 PT Nolimax sudah dinyatakan tidak boleh melakukan pembangunan apapun. Maka dari itu kami pedagang Pasar Shopping menolak adanya pembangunan yang dilakukan oleh pengembang PT. Nolimax,” ujar dia.

Pihaknya juga meminta pagar pembatas untuk segera di bongkar.

“Kami juga meminta pagar yang terbuat dari seng di bongkar karna itu meresahkan masyarakat kemudian dan menutup akses perekonomian di pasar, karena PT Nolimex belum ada legalitas atau izin untuk membangun dan sampai hari ini bukti kepemilikan tanah itu juga belum keluar,” pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Metro Ahmad Kuseni mengungkapkan, pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi para pedagang, dan segera berkoordinasi sengan Pemerintah Daerah.

“Dua pekan yang lalu informasi yang kami dapat, bahwa pembangunan akan ditunda dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan ke depan, dan jika ada gejolak mungkin akan dihentikan,” ungkapnya.

Terkait perjanjian tahun 2007, DPRD akan mencari arsip yang jika apa benar telah ditembuskan ke DPRD.

“Berkaitan dengan adanya perjanjian sebelum mulai 2007 kemudian, dan adendum pertama dan kedua, kemudian katanya ada adendum ke tiga, namun sampai hari ini di meja kita ini baru ada adendum 1 dan 2 nanti yang ke-3 akan kita cari Apakah sudah dikirim ke DPRD atau kah belum Kalau sudah dikirim di DPRD maka akan kita cari di mana arsip itu ketika belum dikirim akan kita minta ke Pemda,” Tutupnya. (Suryadi/Red).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed